PAMEKASAN (RADAR EXPOSE) — Penanganan kasus mobil box terguling di jalan raya Kabupaten Sampang yang diduga mengangkut rokok ilegal kini menuai sorotan serius. Peristiwa yang sempat menyita perhatian publik itu justru terkesan meredup tanpa kejelasan arah penindakan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang rinci terkait status barang bukti maupun langkah hukum lanjutan.
Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa kasus tersebut berjalan di tempat, tanpa transparansi yang memadai kepada publik.
Upaya konfirmasi redaksi pada 23 April 2026 kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Wilayah Surabaya hanya menghasilkan jawaban normatif bahwa perkara tersebut “masih dalam penyelidikan”.
Pihak Kanwil juga mengarahkan agar konfirmasi lanjutan dilakukan ke Bea Cukai Madura.
Namun, ketika redaksi mencoba menghubungi Bea Cukai Madura, tidak ada respons yang diberikan hingga berita ini diterbitkan.
Minimnya keterbukaan ini justru memperkuat tanda tanya publik: sejauh mana keseriusan penanganan kasus ini?
Di tengah kaburnya informasi resmi, beredar informasi di lapangan yang belum terverifikasi bahwa muatan rokok tanpa pita cukai tersebut mencakup merek “Just Full”. Selain itu, muncul pula dugaan adanya keterkaitan dengan seorang pengusaha lokal di sektor rokok. Meski demikian, informasi tersebut masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Yang menjadi sorotan, dugaan pelanggaran serius terhadap aturan cukai ini tidak diiringi dengan transparansi proses penegakan hukum.
Padahal, peredaran rokok ilegal berdampak langsung pada kerugian negara dan merusak persaingan usaha yang sehat.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran adanya pembiaran, atau bahkan potensi tarik ulur kepentingan dalam penanganan perkara.
Publik pun mulai mempertanyakan apakah proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, atau justru terhambat oleh faktor lain yang belum terungkap.
Desakan agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersikap terbuka dan tegas semakin menguat. Pernyataan “masih diselidiki” tanpa perkembangan konkret dinilai tidak cukup untuk menjawab kebutuhan transparansi publik.
Jika kondisi ini terus berlarut tanpa kejelasan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan rokok ilegal, akan semakin tergerus.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab maupun tindak lanjut hukum dari kasus tersebut.
Redaksi akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang konfirmasi bagi semua pihak terkait, guna memastikan informasi yang disampaikan tetap berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
